25 kesalahan yang sering dilakukan para orang tua dalam mendidik anak

kesalahan mendidik anak

PemalangOnline.com – Seusai pengajian ahad pagi kemarin Allah swt mempertemukan saya dengan sahabat lama yang berpuluh tahun belum lagi bersua. Alhamdulillah saya mendapatkan kenang-kenangan sebuah buku. Karena kebetulan saat itu memang beliau lagi jualan buku he2. Terima kasih Mas El Mahie ya, syukran jazakallahu khoiron. Sebuah buku berjudul “Raport Merah Ayah Bunda, 25 Kesalahan Orang tua dalam Mendidik Anak”, tulisan Abu Faiz Abdurrahman dan diterbitkan oleh Pustaka Ausath.

Buku setebal 115 halaman ini memang sebuah panduan praktis bagi para orang tua dalam hal mendidik anak-anak mereka seiring problema yang dihadapi para orang tua dengan anak-anaknya. Buku ini berusaha membedah kesalahan-kesalahan mendasar yang sering dilakukan para orang tua dalam mendidik anak-anak. Di sisi lain banyak orang tua yang tidak sadar melakukan hal-hal yang berdampak buruk bagi anak-anak mereka di masa depan.

Penulis lewat buku ini bermaksud mengajak para orang tua agar mau belajar memperbaiki diri, agar kelak anak-anak bisa berbangga dengan orang tuanya dan bisa mengatakan, “terima kasih ayah-bunda, aku mencintai kalian.” (sampul belakang).
Buku ini sebenarnya membeberkan 25 kesalahan yang sering dilakukan para orang tua dalam mendidik anak. Namun karena pertimbangan kepraktisan dan space halaman, saya hanya akan menyebutkan lima diantaranya :

1. Lalai Membekali Keimanan
Para orang tua terlena dengan dunia dan lupa memperhatikan pendidikan agama anak-anaknya. Anak-anak tidak diperkenalkan sejak dini terhadap Rabb-Nya, sifat-sifat Allah SWT, kekuasaan-Nya, para nabi dan rasul-Nya atau dalam hal ini adalah tauhid. Hal ini semestinya sangat mudah, sekiranya para orang tua mengerti dan mau melakukannya.
2. Memberi Label Negatif
Seringkali para orang tua mengeluarkan kata-kata atau kalimat yang sejatinya tidak semestinya itu dikeluarkan seperti : “dasar anak bodoh, lemot, anak nakal , dll”, namun karena kekesalan terhadap perilaku anak-anaknya tak ayal begitu ringan dan deras kalimat itu meluncur menghunjam ke dalam otak anak-anak. Inilah labeling yang sering diterapkan para orang tua terhadap anak-anaknya. Tentu saja ini labeling negatif, dan harus segera dihentikan.
Alangkah indahnya kalau para orang tua mau mengganti labeling negatif itu dengan labeling positif. Jika labeling yang terucap bernuansa positif, seperti “anak pandai”, “anak rajin”, “anak cantik”, dan seterusnya bukankah terdengar lebih indah dan menyisakan efek positif? ( hal : 18 ).
3. Belajar Pada Televisi
Tak jarang para orang tua membiarkan anak-anaknya bereksplorasi sendiri dari tayangan-tayangan televisi yang mereka saksikan meskipun sebenarnya tayangan tersebut konsumsi orang dewasa. Apa lacur, yang terjadi anak-anak meniru apa saja yang dilihatnya di televisi, berupa kata-kata atau aksi nyata yang sejatinya belum waktunya bagi mereka untuk melakukan semua itu. Mengapa TV begitu merusak bagi anak-anak? Permasalahannya adalah ketidakmampuan seorang anak kecil membedakan dunia yang ia lihat di TV dengan apa yang sebenarnya. Efek lain dari TV adalah anak menjadi pasif dan tidak kreatif.
4. Menakut-nakuti Anak
Tanpa sadar para orang tua dan anggota keluarga yang lain seringkali menakut-nakuti anak-anak dengan kalimat yang sebenarnya dimaksudkan untuk meredakan tangis seperti, “ Eh jangan nangis, nanti ada pak polisi ditembak lho…”. Padahal yang seperti itu tidak mendidik sama sekali. Karena pernyataan mengancam atau menakuti akan dipahami anak sebagai kebohongan orang tua seiring perjalanan tumbuh kembang anak. Maka lebih baik berkata jujur dan member pengertian semampunya kepada anak.
5. Terlalu Memanjakan
Perlakuan terlalu memanjakan anak, jika dibiarkan berlarut-larut akan membuat mereka tidak mandiri. Itu karena semua kebutuhan mereka selalu terpenuhi hanya dengan meminta atau merengek kepada orang tua ( hal : 90 ). Sebaiknya, para orang tua harus menyaring keinginan-keinginan anak-anak, dan hanya mengambil atau menuruti apa yang bermanfaat bagi anak-anak Anda.

Sebagai sebuah buku ber-genre parenting buku ini sangat layak dibaca para orang tua, agar bisa mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan. Jangan sampai terlambat untuk melakukan perbaikan. Buku ini ringkas namun sarat makna. Semua persoalan dikupas dengan pendekatan praktis, melalui kasus-kasus nyata yang ada di sekitar kita, sehingga kita akan lebih mudah memahami dan menerapkannya. Tentu saja membatasi kesalahan-kesalahan para orang tua dalam mendidik anak-anak hanya sejumlah 25 bisa jadi terlalu sedikit atau terlalu banyak ? tergantung persepsi masing-masing. Kalau penasaran 20 kesalahan lainnya silahkan membaca bukunya !!.
 

Artikel ini dicari dengan "kata kunci":

  • kesalahan orang tua dalam mendidik anak
  • kesalahan mendidik anak
  • raport merah ayah bunda
  • kesalahan orang tua mendidik anak
  • mendidik anak
  • kesalahan orang tua terhadap anak
  • kesilapan mendidik anak-fadzilah kamsah

2 Responses to 25 kesalahan yang sering dilakukan para orang tua dalam mendidik anak

  1. [...] submit artikel di social bookmark lintas.me dimana satu artikel saya bercokol di papan atas alias terpopuler dalam 24 jam. Imbasnya, traffic kunjungan ke website saya deras mengalir, dari biasanya cuma 10 – 20 [...]

  2. zidny says:

    artikel bagus… jempoll
    mampir ya ke blog saya..
    PAKAR ILMU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>